STIKES Maranatha Kupang

Belajar Keselamatan Pasien di Lima Ruang Strategis: Pengalaman Study Tour di RSUD Prof. W.Z. Johannes

Oleh: Meylitha Cahyani Apah

(Mahasiswi Semester II Prodi D3 Keperawatan STIKes Maranatha Kupang)

Halo semuanya! Saya Meylitha Cahyani Apah, mahasiswi dari STIKes Maranatha Kupang, Prodi D-III Keperawatan. Pada kesempatan ini, saya ingin membagikan pengalaman berharga saat mengikuti Study Tour Mata Kuliah Manajemen Patient Safety (MPS) di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.

Selama kunjungan, kami mendapat kesempatan belajar langsung di lima ruangan penting:

  1. Ruang Diklat
  2. Ruang CSSD
  3. Ruang Mutis
  4. Ruang Tulip
  5. Ruang Poli Onkologi

Ruang Diklat: Mengenal Format EWS Lebih Dalam

Di ruang diklat, kami dibimbing oleh Bapak Chandra yang menjelaskan tentang Format Early Warning Score (EWS)—alat penting untuk mendeteksi penurunan kondisi klinis pasien secara dini. Saya jadi menyadari betapa vitalnya EWS dalam keselamatan pasien, terutama di ruang rawat inap.

Kami juga belajar penerapan EWS di unit-unit seperti bangsal, ICU, HCU, hingga Palliative Care. Kami dilatih untuk mengisi EWS berdasarkan kasus nyata untuk pasien anak, dewasa, dan ibu hamil. Dari sesi ini, saya belajar bahwa ketelitian dalam pengisian data medis sangat menentukan keselamatan pasien.

Belajar Mengisi Format Early Warning Score (EWS)

Ruang CSSD: Teknologi dan Sterilisasi

Kunjungan ke CSSD (Central Sterile Supply Department) membuat saya sangat antusias. Ruangan ini terbagi dalam tiga zona: terkontaminasi, bersih, dan steril. Kami melihat langsung proses sterilisasi alat dari awal hingga siap digunakan kembali.

Di sini terdapat alat-alat canggih seperti:

  • Plasma Sterilizer untuk alat yang tak tahan panas
  • Autoclave untuk sterilisasi uap bertekanan tinggi
  • Vacuum Sealer dan Drying Cabinet

Yang menarik, alat yang sudah disterilkan dibungkus dengan pembungkus khusus dan diberi label indikator—warna label berubah jika alat sudah benar-benar steril. Ini menambah wawasan saya tentang pentingnya protokol sterilisasi dalam pelayanan kesehatan.

Suasana saat belajar di CSSD (Central Sterile Supply Department)

Ruang Mutis: Pelajaran dari Dunia Kemoterapi

Di ruang Mutis, tempat pasien kemoterapi dirawat, kami belajar banyak hal: mulai dari pencampuran obat, prosedur pemberian kemoterapi, hingga pentingnya penggunaan APD lengkap demi keselamatan petugas dan pasien.

Kami juga diajarkan dua metode mencuci tangan:

  1. Cuci tangan 6 langkah sebelum merawat pasien
  2. Cuci tangan steril, seperti yang dilakukan sebelum tindakan operasi

Saya menyadari bahwa keselamatan kerja dan pencegahan infeksi sangat bergantung pada disiplin kecil seperti ini.

Belajar menggunakan APD lengkap di ruang perawatan kemoterapi

Ruang Tulip: Belajar tentang Isolasi dan Risiko Jatuh

Di Ruang Tulip, kami belajar tentang pentingnya pemisahan pasien menular dari pasien umum. Kami juga dikenalkan pada sistem tekanan ruangan:

  • Tekanan positif untuk pasien immunocompromised (pasien dengan sistem imun yang sangat lemah), seperti penderita lupus atau leukemia.
  • Tekanan negatif untuk pasien penyakit menular
  • Tekanan umum untuk pasien dengan penyakit kulit

Kami juga belajar menggunakan Morse Fall Scale untuk menilai risiko jatuh pada pasien rawat inap. Saya melihat bagaimana rumah sakit berusaha keras melindungi pasien dan tenaga medis melalui sistem ini.

Belajar di ruang perawatan isolasi

Poli Onkologi: Belajar dari Pasien Kanker

Terakhir, kami mengunjungi Poli Onkologi, tempat pasien kanker mendapatkan layanan dari berbagai poli: onkologi bedah, hematologi-onkologi medik (HOM), ginekologi, hingga ruang kemoterapi rawat jalan.

Salah satu hal yang berkesan adalah ketika melihat ruang kemoterapi rawat jalan. Pasien duduk nyaman di kursi khusus, menjalani kemoterapi selama 3 jam, lalu pulang. Di sana juga ada poster edukatif tentang efek samping kemoterapi dan cara mengatasinya.

Saya merasa ruang ini bukan hanya tempat perawatan fisik, tapi juga ruang untuk memberi semangat kepada pasien.

Foto bersama dengan Perawat Penanggung Jawab di Poli Onkologi

***

Study tour ini memberikan saya pengalaman yang tidak akan terlupakan. Saya belajar bahwa menjadi perawat bukan hanya soal keterampilan, tapi juga soal tanggung jawab, ketelitian, dan kepedulian.

Terima kasih kepada para dosen pembimbing dan pihak RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang atas kesempatan luar biasa ini. Semoga suatu hari nanti saya bisa kembali ke rumah sakit ini, bukan lagi sebagai mahasiswa, tapi sebagai tenaga kesehatan yang profesional dan siap melayani.

Editor: Saverinus Suhardin

Kabar Sekolah Lainnya