Kupang, 19 Juni 2025 — STIKes Maranatha Kupang resmi menjalin kerja sama internasional dengan Alana Kaye College (AKC) Australia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Ketua STIKes Maranatha Kupang, Jl. Kampung Bajawa, Naspanaf Taebenu, Baumata Barat, Kabupaten Kupang, NTT.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak awal kolaborasi antara dua institusi pendidikan tinggi di bidang pengembangan sumber daya manusia, program pendidikan luar negeri (Transnational Education), program daring dan hybrid, pelatihan kepemimpinan dan manajemen, bahasa Inggris, serta program magang dan pelatihan kerja di luar negeri.
Pihak Alana Kaye College diwakili oleh David Thomson, Manager International Operations, yang hadir bersama Edward Angstrong, Ph.D., EdTech Consultant dari Global Education Consortium, dan Drs. Aloysius Dengi Dando, MM, sebagai salah satu penghubung utama dalam proses kerja sama ini. Mereka disambut langsung oleh Ketua STIKes Maranatha Kupang, Awaliyah M. Suwetty, S.Kep., Ns., M.Kep., beserta jajaran pimpinan struktural serta Ketua Program Studi S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, dan D3 Kebidanan.

Dalam sambutannya, Awaliyah M. Suwetty menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama ini. Ia menekankan bahwa kedua institusi memiliki kesamaan visi dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat. “Kami berharap kerja sama ini akan memperkuat pengembangan institusi, baik dalam peningkatan kapasitas dosen maupun kualitas pembelajaran mahasiswa,” ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan AKC juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong mahasiswa STIKes Maranatha Kupang agar memiliki peluang lebih luas, khususnya dalam hal kesiapan bekerja di luar negeri. Alana Kaye College menawarkan berbagai layanan, termasuk pelatihan bahasa Inggris dan program adaptasi untuk mempersiapkan lulusan agar mampu berkarier di Australia atau negara lainnya yang membutuhkan tenaga kesehatan profesional.
Sebagai tindak lanjut dari MoU ini, kedua institusi akan menyusun dan menyepakati Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis. Pada sesi diskusi, kedua belah pihak sepakat untuk memprioritaskan peningkatan kapasitas mahasiswa, membuka peluang internasional, dan mendorong peningkatan kesejahteraan lulusan melalui karier global.
Penulis: Saverinus Suhardin





